-->
Assalamu'alaikum,, Selamat Datang di Blog aq, silahkan berikan komentarmu dan kunjungi Facebook ku, thankz :) salam hangat (Ardiansyah Putra Nst)

Bagaimana Penilaian Mu Tentang Isi Blog Ini...

                cukup...
                cukup bagus...
                bagus...
                sangat bagus... ^o^

Kamis, 05 Juli 2007

disaat kau pernah dikecewakan...bagaimanakah perasaanmu...


disuatu perjalanan...terdapat dua orang sahabat
karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di
tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah
seorang menampar temannya. Orang yang kena
tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa
berkata-kata, dia menulis di atas pasir :
HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR
PIPIKU...

Mereka terus berjalan, sampai menemukan
sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk
mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan
terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris
tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh
sahabat...yang pernah pernah menampar pipinya...

Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah
hilang, dia menulis di sebuah batu:
HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU
MENYELAMATKAN NYAWAKU...
Orang yang menolong dan menampar sahabatnya,
bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu,
kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu
menulis di batu?" Temannya sambil tersenyum
dan menjawab,

"Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus
menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang
menghembus dan menghapuskan tulisan tersebut.
Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus
memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak
mudah hilang ditiup angin."

Cerita di atas, bagaimanapun tentu saja lebih
mudah dibaca dihayati. Begitu mudahnya kita
memutuskan sebuah persahabatan hanya karena
sakit hati atas sebuah perbuatan atau perkataan
yang menurut kita keterlaluan hingga menyakiti
hati kita. Sakit hati lebih mudah untuk diingati
berbanding begitu banyak kebaikan yang
dilakukan. Mungkin ini memang sebagian dari sifat
buruk diri kita.

oleh karena itu, seseorang pernah memberitahu
saya...apakah yang harus saya lakukan ketika
saya sakit hati. Beliau mengatakan...ketika sakit
hati yang paling penting adalah melihat adakah
orang yang menyakiti hati kita itu telah kita sakiti
terlebih dahulu.

Bukankah sudah menjadi kebiasaan sifat manusia
untuk membalas dendam? Maka biasanya bila kita
telah melukai hatinya terlebih dahulu dan dia juga
menginginkan kita merasai sakit yang sama
seperti yang dia rasakan. Boleh jadi juga sakit hati
kita karena kesalahan kita sendiri yang salah
dalam menafsirkan perkataan atau perbuatan
teman kita. Oleh itu, kita akan mudah tersinggung
oleh perkataan sahabat kita yang dimaksudkannya
sebagai canda dan gurauan belaka.

Namun demikian, orang yang bijak akan selalu
mengajari muridnya untuk memaafkan kesalahan-
kesalahan saudaranya yang lain. Tapi ini sangat
berat untuk dilakukan. Kerana itu beliau mengajari
kami untuk 'menyerahkan' sakit itu kepada Allah -
yang begitu jelas dan pasti mengetahui bagaimana
sakit hati kita - iaitu dengan membaca doa, "Ya
Allah, balaslah kebaikan siapapun yang telah
diberikannya kepada kami dengan balasan yang
jauh dari yang mereka bayangkan. Ya Allah,
ampuni kesalahan-kesalahan saudara-saudara
kami yang pernah menyakiti hati kami."

Bukankah Rasulullah pernah berkata, "Tiga hal di
antara akhlak ahli syurga adalah memaafkan orang
yang telah menganiayamu, memberi kepada orang
yang mengharamkanmu, dan berbuat baik kepada
orang yang berbuat buruk kepadamu".

Karena itu, Saudara-saudaraku, mungkin aku
pernah menyakiti hatimu dan kau tidak membalas,
dan mungkin juga kau menyakiti hatiku karena aku
pernah menyakitimu. Namun dengan izin-Nya aku
berusaha memaafkanmu. Tapi yang aku takutkan
kalian tidak mahu memaafkanku. Sungguh,
Saudara-saudaraku, dosa-dosaku kepada Tuhanku
telah menghimpit kedua sisi tulang rusukku hingga
menyesakkan dada...


Saudara-saudaraku, jika kalian tidak sanggup
mendoakan aku agar aku 'ada' di hadapan-Nya,
maka ikhlaskan segala kesalahan-kesalahanku.
Tolong jangan kau tambahkan kehinaan pada
diriku dengan mengadukan kepada Tuhan bahwa
aku telah menyakiti hatimu.Photo51

Tidak ada komentar:

@rDh3