-->
Assalamu'alaikum,, Selamat Datang di Blog aq, silahkan berikan komentarmu dan kunjungi Facebook ku, thankz :) salam hangat (Ardiansyah Putra Nst)

Bagaimana Penilaian Mu Tentang Isi Blog Ini...

                cukup...
                cukup bagus...
                bagus...
                sangat bagus... ^o^

Selasa, 08 Februari 2011

ku ingin melakukan sesuatu yang sempurna untukmu

Aku ingin mengenalmu dengan sempurna
Tanpa penjajakan yang saat ini sedang marak orang lain lakukan. Cukuplah aku mengenalmu melalui murabbi, keluarga, ataupun lingkungan dakwah yang kita lalui bersama. Sejatinya aku tak akan pernah bisa mengenalmu, karena pernikahan adalah proses pengenalan yang berkesinambungan. Pernikahan bukanlah akhir tujuan perkenalan, namun awal sesungguhnya dari perkenalan. Aku memang tak mengenalmu, namun aku akan berusaha mengenalmu semampuku, setelah kita telah dinyatakan halal untuk saling mengenal.

Aku ingin melamarmu dengan sempurna
Tanpa pertukaran cincin terlebih dahulu seperti yang orang lain bilang tunangan. Cukuplah aku mengenalkan diri dan keluargaku pada keluargamu. Hingga tercipta keharmonisan awal yang sejatinya tercipta karena menghormati kesucian pernikahan. Aku memang tak sanggup memberikan banyak harta untuk melamarmu, namun di jalan dakwah yang akan ku jalani denganmu, aku berjanji untuk berusaha mencari harta semampu kita. Harta yang halal untuk kita pakai bersama.

Aku ingin menikahimu dengan sempurna
Tanpa terlalu banyak kemeriahan yang mendekati kenikmatan dunia. Cukuplah rasa bahagia yang menyelimuti keluarga, sanak saudara, beberapa kolega, serta kita berdua khususnya, menjadi keriangan tersendiri dalam haru yang tercipta karena telah sah-nya untuk menjalani biduk rumah tangga. Aku memang tak mampu untuk memberikan kebahagiaan berlimpah di hari pernikahan kita, namun aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia di hari-hari pernikahan kita nantinya. Sejatinya pernikahan bukanlah akhir dari perjalanan hidup kita, namun gerbang awal untuk membuka salah satu jalan menuju ridha-Nya.

Aku ingin mencintaimu dengan sempurna
Tanpa banyak kata yang membalut kebohongan belaka. Cukuplah rayuan dan candaan ringan untuk menghiasi pernikahan kita. Aku memang tak pandai merangkai kata romantis untuk selalu menyenangkanmu, namun aku tahu bagaimana memposisikan kedudukanmu. Kau bukan berada di atas kepala hingga selalu haus akan sanjung puja, bukan pula berada di bawah kaki untuk diinjak dan dihina. Kau adalah tulang rusuk kiriku, dekat dihatiku untuk selalu kucinta. Aku tidak berani berjanji untuk mencintaimu sepenuhnya, namun aku berani berjanji untuk selalu belajar mencintaimu sepenuhnya. Cinta sejati yang membuat kita semakin mencintai-Nya.

Aku ingin hidup bersamamu dengan sempurna
Tanpa banyak terpengaruh hal-hal yang menimbulkan perselisihan antara kita berdua. Cukuplah atas nama Allah segala tingkah polah kita, disertai Al-Qur’an penerang jalan hidup kita, dan Al-Hadits pengiring liku hidup kita. Aku memang tak bisa membuatmu bahagia selalu, namun aku berjanji untuk selalu ada dalam setiap suasana dan kondisi perasaanmu. Aku ingin menyediakan pundak dalam kesedihanmu, menjadi obat penenang dalam kegundahanmu, serta melebarkan pangkuan di saat kelemahanmu.

Aku ingin memperoleh keturunan darimu dengan sempurna
Tanpa ego yang menaungi diri masing-masing, kita berdua membicarakan persetujuan dalam perencanaan. Cukuplah kita berdua yang tahu akan keinginan dan kemampuan kita. Melaluimu, terlahirlah para jundi kecil pelengkap hidup kita. Yang menjadikanku pondasi bangunan pemikiran mereka, serta menjadikanmu madrasah berilmu yang tak ada habis-habisnya. Kita ciptakan generasi terbaik bangsa yang kan mengukir sejarah peradaban, setidaknya yang kan mampu membuat kita bangga, karena telah memiliki penerus dakwah seperti mereka.

Aku tak sempurna. Kau pun tak sempurna. Ketidaksempurnaanmu menjadi pelengkap ketidaksempurnaanku, hingga kita terlihat sempurna, meski hanya bagi kita berdua. Biarlah Allah yang Maha sempurna, yang berhak menilai kesempurnaan kita.

Senin, 27 September 2010

Jumat, 19 Februari 2010

membahagiakan orang tua

Teringat di suatu waktu, seorang Ibu menceritakan dengan antusias tentang anaknya. Dia bangga dan bahagia atas anaknya itu. Bukan karena anaknya telah menjadi sosok bergelimang harta hingga terpandang dan dihargai sesamanya. Bukan pula karena anaknya menjadi selebritis yang begitu populer dan dipuja berjuta penggemarnya. Melainkan karena anaknya begitu mencintainya, begitu menurutinya, begitu memperhatikannya. Dan sebagai seorang ibu, dia sangat merasa berharga, dia sangat merasa beruntung telah melahirkan sosok anak sebaik itu.
Anak ini tahu seperti apa ibunya. Anak ini tahu bagaimana dia harus memposisikan diri di hadapan ibunya. Anak ini tahu bagaimana caranya membuat ibunya bahagia. Anak ini tahu bagaimana caranya membuat ibunya bangga. Anak ini tahu cara terindah memuliakan ibunya. Dan itu dia lakukan juga pada ayahnya, lelaki terbaik yang telah mendidik dan membesarkannya.
Kebahagiaan sang ibu terpancar jelas dari binar matanya. Ada kesungguhan atas apa yang dia ceritakan. Maka termuliakanlah anaknya di mata mereka yang mendegarkan cerita sang ibu. Anak itu telah mampu menjadikan dirinya layak untuk ditiru, oleh anak-anak lain yang ingin membuat orang tuanya bangga dan bahagia.

pernah aku  bertanya.
"ma, apa yang dapat aku lakukan agar jasa2 mama dan papa bisa aku balas?"
"sayang, papa dan mama tidak mengharapkan balasan apapun dari kalian. tapi kami hanya berharap, kelak anak2 papa dan mama berhasil dan berguna..."
Ada sebuah keharuan di hati ini, saat teringat kedua orang tua yg nun jauh di sana. Apakah aku telah mampu membuat mereka bangga dan bahagia. Andai itu terlalu berlebihan, paling tidak aku berharap senantiasa mendapat ridhonya. amien :)

Minggu, 07 Juni 2009

Apakah Nilai dan Harga Diri Seseorang hanya Seharga "Softdrink"


Ukuran kedewasaan seseorang bisa di lihat dari bagaimana responnya ketika di tegur oleh orang lain. Hari ini aku belajar hal itu. Di tegur ketika salah dan berani mengakuinya butuh pikiran yang tenang, tidak cepat emosi, dan tidak buru-buru mengambil sikap offensif.

"PERNAH menemukan Bunga Teratai? Bunga teratai yang sering kita dapati di area persawahan, mereka terlihat indah saat tangkainya mulai mengeluarkan sekuntum bunga.”
Aku mau tanya, Apa yang ada di benak kamu saat melihat bunga teratai yang indah itu, yang hidupnya di atas lumpur kotor?

Mungkin dari benak kamu akan muncul sebuah penilaian untuk bunga teratai itu. Sebuah bunga yang hidup, makan dan berkembang di tempat kotor (lumpur), namun dapat menghasilkan bunga yang indah...

Dari ilustrasi di atas, kita dapat menuai pelajaran bahwa seseorang yang berasal dari keluarga, lingkungan dan kehidupan yang "kurang baik" tidak selalu seseorang tersebut tidak baik pula. Baik buruknya seseorang tidak dapat dilihat dari asal-usulnya, tapi berasal dari diri orang itu sendiri.

Hati manusia memang Tuhan yang Tahu. Sebenarnya yang paling tahu sedalam-dalamnya hati kita. Biarkanlah itu jadi urusan Tuhan. So, janganlah menilai seseorang tanpa alasan yang jelas, jadilah seseorang yang beradab bukan seseorang yang biadab, jadilah seseorang yang mampu menghargai seseorang tanpa harus meng-injak2 sebuah HARGA DIRI, jadilah seseorang yang bijak dalam menilai sesuatu. Karena penghargaan pada seseorang itu sungguh mahal dan mutlak.

Yang tidak bisa dipungkiri adalah Tuhan memberikan kita otak dan hati untuk berfikir dan merasakan sesuatu. Dua hal itu ada gunanya, terutama untuk mengetahui baik buruknya sesuatu. Kenapa ada orang yang bisa menilai, itu karena Tuhan memberikan kemampuan itu pada manusia agar manusia bisa berperilaku yang terbaik bagi dirinya dan orang lain bukan sebaliknya.

Menilai orang lain memang sulit. Namun menilai diri sendiri akan lebih sulit. Jujur pada orang lain juga berat, tapi lebih berat jika kita jujur pada diri sendiri. Dari segi mana kamu menilai seseorang? Sekilas dari fisiknya 'kah? Atau kamu akan lebih jeli saat menentukan penilaian untuk orang lain? apa alasan kamu tidak menyukainya atau membencinya, apakah dengan alasan yang tidak jelas seperti itu kamu bisa menilai orang lain?

Besar NILAI seseorang, dapat dihitung dari seberapa besar dia memberi NILAI bagi orang lain.
Bila kamu ingin terangkat, angkatlah orang lain. Itulah prinsip dalam hidup. Dengan perlakuan seperti itu, maka orang yang kamu angkat akan berusaha semampunya untuk mengangkatmu juga.
Padi ditanam, bulir padi yang akan dituai. Budi baik di sebar maka budi baik juga yang akan dihasilkan pada akhirnya.

Seberapa BERHARGA seseorang, dapat di hitung dari seberapa besar orang itu bisa MENGHARGAI orang lain.Bila kamu ingin orang lain bersikap menghargaimu, pertama yang harus kamu lakukan, hargai orang lain terlebih dahulu. Karena apa yang kamu perbuat, maka akan tercermin dari sikap orang lain terhadap mu. Terlepas dari seberapa tinggi materi yang kamu miliki atau dimilikinya.

Pada akhirnya, NILAI seseorang selama dia hidup dapat di ketahui pada saat dia "mati" kelak, berapa banyak orang yang akan menangisi kepergiannya atau tidak ada seorang pun mau menangisinya.
Memang menanam kebaikan tidak seperti menggigit cabai, yang terasa pedas begitu di gigit. Tetapi menanam kebijakan seperti menanam pohon jati, tumbuh sedikit demi sedikit dan akhirnya kokoh. Memberi manfaat saat sang penanam sudah tidak ada lagi.

Kata orang sih agak sulit menghargai orang lain. Bisa jadi pendapat ini benar. Karena secara fitrah, setiap orang selalu ingin “
dihargai”, bukan “menghargai”. Artinya, orang itu benar-benar egosentris. Dia selalu ingin “dipahami”, namun jarang sekali berusaha untuk “memahami”. Akibatnya, berat untuk hormat dan menghargai orang lain.

ada Tiga kata "
terimakasih, maaf, dan tolong" adalah kalimat pendek yang sangat sederhana tetapi mempunyai dampak yang positif. Namun mengapa kata-kata itu kadang sangat sulit kita ucapkan? Sebenarnya secara tidak langsung telah menunjukkan keberadaban dan kebesaran jiwa sosok manusia yang mengucapkannya. jika kita mampu menghargai orang lain minimal kita telah menghargai diri kita sendiri...

Rabu, 27 Agustus 2008

I cried for my brother six times *



Diterjemahkan dari : "I cried for my brother six times"

-----------------------------------------
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil.
Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit.
Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku.
Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.

"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya.

Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan,

"Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!"

Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata,

"Ayah, aku yang melakukannya!"

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi,

"Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? ... Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata,

"Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11 tahun. Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi.

Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut,

"Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..."

Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, lalu berkata,

"Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata,

"Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku."

Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya.

"Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua
sampai selesai!"

Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata,

"Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini."

Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku:

"Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang."

Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20 tahun. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas).

Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan,

"Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!"

Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya,

"Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?"

Dia menjawab dan tersenyum,

"Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?"

Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku,

"Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..."

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan,

"Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."

Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23 tahun.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku.

"Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!"

Tetapi katanya, sambil tersenyum,

"Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.."

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit salep pada lukanya dan mebalut lukanya.

"Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya.

"Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..."

Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan,

"Kak, jagalah mertuamu aja disana. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."

Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu,

"Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya.

"Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?"

Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah:

"Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku! seharusnya..."

lalu, adik ku langsung memotong perkataan ku,

"Mengapa membicarakan masa lalu? aku bahagia dg hidup ku yg seperti ini kak, segala yg aku dapat selama ini termasuk perhatian, kasih sayang, ibu, ayah jg kakak...bagi ku sudah lebih dari cukup?"

Adikku menggenggam tanganku dan tersenyum. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya,

"Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?"

Tanpa bahkan berpikir ia menjawab,

"Kakakku..."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat ku ingat.

"Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku,

"Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku."

Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

Bangkit Dari Kesedihan

Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit. Penyebabnya macam-macam,
bisa karena sedang patah hati, sakit secara fisik,
bokek alias tidak punya uang, dan semacamnya.
Pada saat-saat seperti itu, bisa jadi orang mengalami frustrasi,
depresi, dan ekstremnya, mencoba bunuh diri.
Mudah-mudahan kamu tidak usah seperti itu.
Coba tip di bawah ini untuk menemukan kembali semangat diri.

1. Ayunkan tubuh dan bernyanyi
Pasang musik favorit, terutama yang berirama disko atau dance. Sambil bergoyang,
kamu juga bisa ikut menyanyi.

2. Tersenyum
Tersenyum bisa 'mengakali' otak. Maksudnya,
karena otot-otot kamu memaksakan senyum,
otak akan berpikir bahwa kamu sedang senang.

3. Habiskan waktu dengan orang-orang tercinta
Ada orang yang senang kongkow dengan teman-temannya,
ada juga yang senang bermain dengan anak-anak kecil.
Terserah yang mana pilihan kamu,
yang jelas pilihan kedua amat menyenangkan.
Bayangkan kamu mencubit pipi seorang bocah,
menyaksikan keriangannya menjilat es krim,
bermain di kolam renang, atau melakukan apa pun. Percayalah,
keriangan anak-anak akan menular pada kamu.

4. Hadiahi diri kamu sendiri
Kalau ada pekerjaan yang tidak kamu sukai, jangan ditunda. Segera kerjakan,
supaya setelah itu usai, kamu bisa memberi kado bagi diri kamu sendiri.
Hadiahnya tak usah mahal-mahal amat, bisa berupa memanjakan diri di spa atau salon,
berendam di kamar mandi, membaca majalah atau buku,
atau tak melakukan apa pun sambil mengunyah dua keping cokelat.

5. Bersihkan sekeliling kamu
Keadaan yang kacau balau memang bikin dada sesak. Karena itu,
bebenahlah. Biarkan segala sesuatu berada di tempat yang seharusnya.
Seni kuno Feng Shui menyebutkan bahwa mengenyahkan kekacaubalauan
di suatu tempat berarti akan mengusir energi negatif dari sana. Cobalah.

6. Lakukan tindakan
Bila ada sesuatu yang membuat kamu cemas, entah itu kesehatan,
pekerjaan, atau kehidupan rumah tangga, lakukan sesuatu.
Jangan biarkan suatu masalah menjadi berlarut-larut,
menggerogoti kebahagiaan kamu, dan 'menikam' apa yang seharusnya kamu peroleh.

7. Berpikir positif
Para konsultan psikologis tak akan pernah bosan menghadiahi kedua kata ini.
Sebab, ujung-ujungnya,
segala masalah bisa terasa lebih ringan kalau kamu selalu berusaha berpikir positif.

8. Jadi orang yang kreatif
Kalau cuma duduk melamun sambil mengeluh bahwa dunia ini tidak adil,
sudah jelas dunia ini memang 'terasa' tidak adil. kamu tidak punya kesibukan, sih.
Cari sesuatu yang menyibukkan diri, seperti mengerjakan pekerjaan tangan, memasak,
berkebun, meredekorasi rumah, dan sebagainya.

9. Menulis
Banyak ahli setuju bahwa menulis dapat menghilangkan stres.
Cobalah dengan menuangkan apa yang kamu alami ke dalam selembar kertas.
kamu akan kaget melihat hasilnya.

10. Berolahraga
Manfaat olahraga pasti sudah kamu ketahui. Tapi,
melakukannya ketika kamu sedang sedih,
bisa jadi membawa kegunaan lain. Di antaranya adalah,
membuat kamu lupa masalah, dan membawa semangat baru.

sedih...

kesedihan
kesenangan berdasar kesedihan
tak mungkin merasakannya jikalau
tiada perbedaan suka duka, maka
alangkah sedihnya jika tiada kesedihan didunia ini

kesedihan
merayap perlahan meyelubungi nurani
mencoba menggeliat tapi tetap sepi
kau atau aku penyebabnya

kesedihan
betapa menyedihkan orang orang yang selalu bersedih
kesal, geram, dan menjijikan terasa...
bodoh. kenapa mesti sedih.

kesedihan
terihat dari lunturnya lentera hati, redup.. redup... dan...
tambah minyaknya, besarkan sumbunya terangi dunia

Minggu, 08 Juni 2008

seandainya saja...

"untuk semua orang yg mengecewakanmu dan memenuhi hidupmu dg kepedihan, kamu harus berusaha untuk mencapai kebesaran hati, dan memperlihatkan kepada mereka kamu bisa menang. untuk setiap kekecewaan, untuk setiap saat kamu dikecewakan, akan ada saat lain yg lebih baik,dan kehidupanmu akan berputar...
karena semua orang merasakan sakit hati,dan semua orang merasakan kepedihan,tetapi cuma mereka yg memiliki keberanian sejati yg dapat bangkit dan berusaha lagi..."

saat ini hari ku terasa panjang dan meletihkan ketika tidak ada lagi seorangpun didekat ku.
harapan ku ini dipenuhi dg pertanyaan "apa kita bisa seperti dulu lagi?"kekuatanku sekarang diganti dengan rasa kehilangan. kepastian yang aku rasakan setiap kali aku bangun pagi tidak lagi ada, seakan impian dan harapan ku terkubur dalam tanah yang begitu dalam, ditemani rasa sakit yg begitu perih. aku merasa sakit setiap kali aku berjalan maju satu langkah setelah mundur walau hanya satu langkah, aku tahu kemunduran dan menyerah bukanlah pilihan bagi yang telah merasakan sepinya luka dan perpisahan. aku ingin semuanya berubah.
aku tahu bagaimana rasanya melihat dunia dan mimpi ku satu persatu jatuh menjadi jutaan keping dikaki ku sampai tidak ada lagi yg tersisa dalam diri ku. aku tahu rasanya disayangi jg menyayangi dan aku tahu rasanya menjadi keras dan dingin. aku tahu cara berbahagia, aku tahu cara tersenyum. aku tahu kadang aku harus menghadapi sikap childish jg keegoisan ku. aku tahu kadang semua niat dan usaha terbaik ku tidak cukup bagi orang lain. aku tahu kadang aku menjadi frustasi kepada diri ini karena sesuatu yg melawan kata hati ku, uuuhhhmmm mungkin aku orang aneh...orang aneh yg tidak ingin membohongi perasaannya sendiri dan hanya bisa terdiam, lidah ini terasa kelu sekalipun aku ingin sekali berkata "sekarang aku terluka...",anehkah aku? mungkin semua orang menganggap seperti itu, kenapa? apa dengan sikap ku yg aneh berarti ku jahat jg menyakiti, atau aku hanya menyakiti diri ku dg menahan semuanya dg "Diam"...
aku ingat di saat kamu menulis ini 17 maret lalu :

"dalam sunyi terpekur oleh ku satu pertanyaan...
pertanyaan yang mana sulit kali tuk terurai...
dalam gelap tak satu pun penerang yang mampu singkirkan gelap ini..
dalam kesunyian malam...
yang terdengar hanya dentingan mangkuk penjual skuteng.
yang mana semakin menyadarkan ku akan kesunyian yang selimuti diri....

kamu adalah kelembutan yang datang bersama hangatnya mentari
kamu adalah kesejukan yang datang dari teriknya mentari
kamu adalah anugrah alam yang di kirim malaikat tuk cerahkam bumi
kamu adalah pelangi yang hadir bersamaan dg turunnya hujan
kamu adalah kamu yang punya jalan pikiran mu sendiri...
kamu adalah kamu yang tak mampu ku cari celahnya tuk temukan arti..
kamu adalah kamu yang hadirnya selalu ku nantikan tuk temani diri....
kamu, yah kamu seseorang di sudut sana...
seseorang yang ku sayang dan ku harap juga menyayangi ku
apa adanya aku,
dengan segala kekurangan dan kelemahan ku...

kamu, pria lugu dg sejuta pesona..
pria lugu yang ku kira benar2 lugu...
namun selalu ku puja......

hanya dg diam mu..
kenapa begitu perih...
hanya dg diam mu...
air mata ini tak mampu ku bendung..
hanya dengan diam mu..
segala obat yg ku pakai tiada lagi mampu sembuhkan duka...
kenapa hanya dengan diam mu aku begitu rapuh...???"

aku tahu bagaimana rasanya mempunyai sesuatu yg begitu berarti. ini diri aku tetap diri aku bukan sebagai bayangan orang lain. aku tahu apa itu harapan dan aku mengandalkannya sebagai perlindungan terakhir ku.
tapi ingatlah, aku akan berhenti berharap di saat aku hanya melihat keadaan dipenuhi kesedihan, rasa sakit dan kekecewaan. mungkin menurut mu terdengar sedikit egois, tapi salahkah jika aku ingin meminta itu? aku tidak ingin apapun, aku hanya ingin sekali saja aku merasakan sebuah senyuman, senyuman yg lepas tanpa beban. begitu juga aku ingin melihat mu tersenyum.
aku tahu bahwa kegelapan harus ada walau hanya untuk membuat sepercik sinar tampak semakin terang. aku percaya pada diri ini dan orang yg kusayangi di saat ku berbuat sesuatu. sekalipun kadang ku berpikir sebaliknya dan merasa tidak seorang pun yg percaya kepada ku. di atas segalanya, aku tahu bahwa semua ini telah membuat aku menjadi diri aku. dan aku merasa inilah hidup ku sekarang yg harus ku jalani dg sepenuh hati...

kadang aku tahu harus mengucapkan apa, berterima kasih atas semua yg kamu lakukan. bagaimana aku bisa cukup berterima kasih, saat itu ada orang yang bisa membuat hidup ku lengkap, karena kamu adalah seorang yg memberi ku ketenangan, seorang yg menyelimuti kesepian ku setiap malam, aku berharap kamulah orang yg bersedia berkorban, untuk selalu mendahulukan aku, yg membiarkan aku menguji segala kesabaran ku dan selalu sabar menghadapi sikap ku, meski childish, egois dan mungkin saja akan sedikit menyakitkanmu. adakah kata-kata yg tepat? bagi aku pertanyaan ini tidak mudah. apapun yg ingin aku katakan terasa tak pernah sudah. bagi kerelaan mu berubah bersama ku, menerima apa adanya diri ini, dan menerima segala kelemahan ku, tidak menyayangi karena terpaksa, tapi menyayangi "hanya karena"...

aku mungkin seorang yg tak bisa memberi apapun yg kadang merasa kesepian. bukan karena alasan waktu, intens maupun kepercayaan tapi berawal dari perasaan yg tumbuh namun selalu dibayangi hal yg dari awal rasanya begitu berat untuk diterima oleh hati kecil ini. aku tidak minta untuk dipahami karena aku sendiri bahkan tidak bisa memahami diri ku. aku ingin diterima apa adanya. aku sering mempertanyakan keberadaan diri ku, arti hidup ku. aku mempertanyakan apakah "dunia nyata" itu. dan mengapa aku tidak ada disana. aku merasa sangat kesepian. kadang hati ku menangis melihat semua keadaan ini, semua canda tawa saat itu selalu menggema dalam pikiran ku, di lain sisi aku harus diposisikan menjadi orang lain yg sebelumnya tidak pernah ku kenal. jujur, aku tidak sanggup menerimanya. tolong jangan mencoba memahami ku seperti itu, atau terlalu cepat menilai ku jelek di mata mu. yang jelas hati ku selalu terbuka untuk mu walau aku tahu aku harus merasakan perih..
pernah terpikir oleh ku untuk menghiburmu dg sebuah pelukan. tapi aku rasa kamu akan menolak. tapi aku tahu mengapa? apakah dg memelukmu dapat membuatku merasa lebih baik atau malah akan memperdalam rasa sakit yg sama2 perlu kita lupakan...

pernahkah kamu menjalani kehidupan ku?
menghabiskan satu menit dalam posisi ku?
jika belum pernah...
katakan mengapa kamu lakukan semua ini?
pernahkah kamu bangun di pagi hari?
bertanya-tanya apakah saat ini adalah hari2 mu yg terakhir?
pernahkah kamu merasakan diri mu menjadi bayangan seseorang?
dan kamu terpaksa menerimanya walau hati mu menangis..
pernahkah kamu mengalami bahwa masa lalu dapat merusak segalanya?
dan kamu akhirnya menyadari bahwa semuanya berawal dari kesalahan mu...
pernahkah kamu belajar untuk menjaga sikap?
dan kamu akhirnya tahu sikap yg salah akan merusak segalanya
pernahkah kamu belajar untuk menjaga perasaan?
dan akhirnya kamu harus melukainya
pernahkah kamu berpikir kepercayaan adalah segala2nya?
dan akhirnya kamu sadar bahwa menjaga perasaan jauh lebih penting
pernahkah kamu belajar dari semua kesalahan mu?
dan berpikir cepat untuk coba memperbaiki semua
pernahkah kamu mencoba untuk berubah?
dan kamu sadar perubahan itu jalan terbaik
pernahkah kamu mencoba flashback?
dan akhirnya kamu tahu bahwa hidup bukanlah untuk kegagalan
pernahkah kamu merasa kamu bukanlah satu2nya dihatinya?
dan berharap ada yg menyadari bahwa perasaan tidaklah dapat di bagi2
pernahkah kamu berharap dan menunggu seseorang?
dan kamu merasa tidak yakin apakah seseorang akan datang
pernahkah kamu membenci seseorang?
dan kamu tahu bahwa kamu terpaksa melakukannya
pernahkah kamu berbohong dan menyembunyikan sesuatu?
dan akhirnya menjadi boomerang bagi diri mu sendiri
pernahkah kamu menghadapi dua pilihan yg sangat berat?
dan memaksa mu untuk memilih...
pernahkah kamu berjalan satu langkah?
dan akhirnya menjadi perubahan terbesar dalam hidupmu
pernahkah kamu duduk dibawah bintang2?
dan berharap ada seseorang mendengar keluhmu
karena kamu membutuhkan bahunya untuk menenangkan diri sejenak
pernahkah kamu memiliki seseorang yg sangat kamu sayangi yg selalu membuatmu tenang didekatnya?
pernahkah kamu ingin melindungi teman2 mu dan semua orang dari pandangan mu?
pernahkah kamu menutupi rasa bersalah, dengan pergi menjauh darinya?
pernahkah kamu melakukan hal terbodoh dan nekat, dan akhirnya kamu sadar bahwa semua tidaklah ada gunanya?
pernahkah kamu berpikir bahwa diam adalah satu2nya jalan keluar?
pernahkah kamu berpikir untuk menyembunyikan diri, di balik semua kata2 mu?
pernahkah kamu menyakiti seseorang karena kekurangannya?
padahal dia telah memberikan segalanya yg ada didalam dirinya?
pernahkah kamu merasa kehilangan seseorang?
disaat kamu ingin mengucapkan maaf kepadanya atas semua yg kamu lakukan kepadanya?
pernahkah kamu merasakan sakit yg begitu pedihnya, sehingga kamu menangis hingga tertidur?
pernahkah kamu menjalani kehidupan ku?
menghabiskan satu menit dalam posisi ku?
jika belum pernah...
katakan pada ku mengapa kamu menghakimi ku seperti ini?

aku akhirnya tahu yg harus aku lakukan sekarang. aku ingin bisa mengatakan bahwa cerita ini berakhir bahagia, tapi dalam kenyataan hal ini jarang terjadi. "Apakah kamu membutuhkan orang lain?" uuuhhmmm, "aku tidak...". tetaplah menyayangi orang2 yg layak kamu sayangi dengan setulus hati dan aku akan baik2 saja...dan kalau di antara kita telah berhenti menyayangi, aku mohon jangan membenci ku. dan jikalau pada akhirnya aku harus menangis di depan mu, aku mohon jangan menertawakan ku. tolong ketahui bahwa aku jg bisa sensitif...secara laki-laki. bersikaplah jujur kepada ku tanpa menyakiti. aku hanya ingin bahagia di saat membuatmu bahagia, aku mohon jangan membuatku sedih dan terdiam lagi. seandainya kamu kembali tolong beritahu aku kalau ada perbuatan ku yang mengganggu atau jika ada sesuatu yg terasa tidak pas, aku ingin kamu selalu bersikap jujur kepada ku. jika aku mengalami hari2 yg tidak menyenangkan, aku berharap kamu akan menghujani ku dengan keyakinan dan senyum. aku berharap kamu tetap peduli dengan keadaan ku sekalipun sebagai pacar, teman maupun sahabat. mungkin menurutku lebih baik ikuti kata hati mu karna itu adalah jalan terbaik. aku berharap kamu tidak berpikir aku meminta terlalu banyak dari mu. aku berharap kamu mengerti. seandainya jika kamu dg segala kerelaanmu siap untuk kembali seperti dulu lagi, pintu hati ku masih terbuka untukmu dan jika keadaan memutuskan untuk berpisah, pahamilah bahwa aku pasti akan terluka dan sakit, karena aku belum terbiasa mendengar kata sakit dan terluka. tetap aku berharap masih bisa menjadi seseorang yg peduli dengan keadaan mu, itu kalau kamu mengizinkan dan menerima ku dg sepenuh hati tanpa berpikir negatif terhadap ku. aku berharap akan ingat bahwa kamu jg punya perasaan, meskipun kamu tidak peduli dan tidak pernah mengakuinya...sudahlah yg terpenting aku akan berusaha sebaik mungkin untuk bersikap baik tanpa harus berharap terlalu banyak dari mu. hanya ini yg aku minta saat ini...

bukannya menuliskan semua luka juga rasa sakit yg aku alami, tapi aku malah membuat daftar saat2 menyenangkan yg telah aku jalani selama ini. tulisan ini menghabiskan satu lembaran penuh, dan dengan cepat menjadi, dua, tiga, dst sampai tangan ku capek menulisnya. masih ada sejuta lebih kenangan indah yg memenuhi sudut2 pikiran ku. dan sepanjang hari itu aku akan mengingat lebih banyak lagi. hal itu membuat aku menyadari semua yg aku pelajari dari mu, "kepercayaan hanyalah satu hal yg terpenting namun yg jauh lebih penting adalah menjaga perasaan, saat2 awal merupakan hal yg paling sensitif terhadap sebuah kepastian. kepastian yg memang pasti yg berisi hanya kata "yes or no", bukan kepastian diantara "yes or no". kata orang, masa lalu memang tetaplah masa lalu namun masa lalu dapat menjadi pil pahit/penyebab utama jika hal tersebut di bawa dalam kehidupan seseorang, seseorang tidak akan pernah mau menerima bayangan masa lalu apa lagi sebagai orang lain...".
aku mengakhiri tulisan ku dengan mengatakan bahwa aku tidak sakit hati, melainkan aku ingin kamu bisa menentukan sikap untuk mengambil sebuah loncatan yg kamu anggap terbaik (sebuah inisiatif), bukan melakukan hal2 bodoh dan nekat, yg hanya menyiksa diri sendiri. mungkin apa yg aku tulis didalam kenangan ini membuat aku terlihat lemah, mungkin kamu menganggap aku menyedihkan karena masih mempertahankan kenangan. tapi dengan menuliskan semua hal itu membantu ku menyembuhkan luka yg masih mengiris perih didalam hati. aku merasa bebas setelah melepaskan semuanya. aku berharap setelah ini semuanya akan baik2 saja, seperti dulu. sekarang aku merasa terbebas dari kemarahan ku, kekecewaan ku, kesedihan ku, karena segala hal yg hanya membohongi jg melawan kata hati ku. semuanya akan tetap aku ingat. aku berharap kamu bisa mengingat kenangan dulu dan akhirnya dapat mengatakan bahwa aku adalah dhe. orang yg menyayangi mu, yg terpenting bagi ku adalah aku ingin berterima kasih karena kamu telah mengajari ku tentang hidup, ketulusan dan memaafkan. dengan lenyapnya semua, hanya ada satu hal yg dapat aku ucapkan untuk mengobati hati ku selama ini, aku berharap kamu bisa lebih bahagia setelah ini, jangan kesal lagi, jangan sedih lagi dan semoga seseorang yg lebih baik bisa membuat mu lebih bahagia dari pada yg pernah aku lakukan dulu. jangan sedih lagi. biarlah hidup ini seperti air yg mengalir krn masa depan mu masih panjang.
semoga kamu bahagia, di hati ku kamu tetap malaikat ku sayang...

Senin, 02 Juni 2008

my photo gallery

click more photo :
http://www.friendster.com/photos/15299511





Hari ini, di sebuah jalan, aku melihat seorang remaja cantik dengan rambut panjang sedikit ikal.
Aku iri melihatnya. Dia tampak begitu ceria, dan aku sangat ingin memiliki gairah hidup yang sama. Tiba-tiba dia terhuyung-huyung berjalan. Dia mempunyai satu kaki saja, dan memakai tongkat kayu.
Namun ketika dia lewat .... ia tersenyum.
Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya
dua kaki. Dunia ini milikku.
Aku berhenti untuk membeli sedikit kue. Anak laki-
laki penjualnya begitu mempesona. Aku berbicara
padanya. Dia tampak begitu gembira. Seandainya
aku terlambat sampai di kantor, tidaklah apa-apa.
Ketika aku pergi, dia berkata, 'Terima kasih.
Engkau sudah begitu baik.
Menyenangkan berbicara dengan orang sepertimu.
Lihatlah, aku buta.' Ya Allah, maafkan aku bila aku
mengeluh. Aku punya dua mata. Dunia ini milikku.
Lalu, sementara berjalan. Aku melihat seorang
anak mirip bule dengan bola mata biru. Dia berdiri
dan melihat teman-temannya bermain sepak bola.
Dia tidak tahu apa yang bisa dilakukannya. Aku
berhenti sejenak, lalu berkata, 'Mengapa engkau
tidak bermain dengan yang lain, Nak ?' Dia
memandang ke depan tanpa bersuara, lalu aku
tahu dia tidak bisa mendengar. Ya Allah, maafkan
aku bila aku mengeluh. Aku punya dua telinga.
Dunia ini milikku.
Dengan dua kaki untuk membawaku ke mana aku
mau. Dengan dua mata untuk memandang mentari
dan bukit-bukit. Dengan dua telinga untuk
mendengar desir angin dan segala bunyi.
Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh.

mencari kebahagiaan...

Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata untuk
menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang
berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau
membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa ia
dicintai.Manusia bisa bahagia, bila ia mau
membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya
dengan tulus.
Manusia tidak bahagia karena tidak mau
membuka hati, berusaha
meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk
mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau
menerima dan mensyukuri yang ada. Manusia
buta karena egois dan hanya memikirkan diri,
tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar
bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu
berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar
karena serakah.
Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak
diindahkan, karena memilih, menilai dan
menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-
cari, padahal di depan mata ada teman yang
sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun
serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan,
paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian,
selalu dinomorsatukan. Padahal, semua manusia
memiliki peranan, hebat dan nomor satu dalam
satu hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh
satu orang belum tentu oleh orang lain.
Kebahagiaan bersumber dari dalam diri kita
sendiri. Jikalau berharap dari orang lain, maka
bersiaplah untuk ditinggalkan, bersiaplah untuk
dikhianati. Kita akan bahagia bila kita bisa
menerima diri apa adanya, mencintai dan
menghargai diri sendiri,mau mencintai orang lain,
dan mau menerima orang lain.
Percayalah kepada Allah, dan bersyukurlah
kepada-Nya, bahwa kita selalu diberikan yang
terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati.
Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang
kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada
esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita
dicintai begitu banyak orang.

Kamis, 22 Mei 2008

Boys Don’t Cry?

Kata mitos, anak cowok itu tabu “Menangis”. Bener begitu? Apa iya cowok kagak boleh menitikkan air mata? Khan, cowok juga manusia? Kalo getho Kamu kudu simak penjelasannya.
Jadi anak cowok nggak enteng juga. Ada “aturan” ribet yang mengekang anak cowok. Salah satunya soal Nangis. Lama dislogankan kalo anak cowok kagak boleh nangis kalo kagak percaya tanya dech ma nenek ato kakek kamu (hehe...), so...boys don’t cry. Pokoknya, malu-maluin deh kalo sampe ada anak cowok yang meneteskan air mata (kecuali kelilipan atau kecolok golok!...). Cowok selalu dituntut tegar, kuat, en tahan banting. Kalo gampang meneteskan air mata - apalagi sampai menjerit (mèwèk kata orang Bandung, mah!), bisa disebut banci. “Kayak cewek aja, lu!” Kata cowok-cowok yang lain.
Ini nggak cuma kata sesama cowok, tapi juga menurut mayoritas kaum cewek. Di mata cewek, cowok itu jangan cengeng. Biar cewek aja deh yang jadi makhluk penumpah air mata. Cowok justru harus jadi mahluk yang bisa menguatkan hati dan iman cewek, juga tempat cewek menumpahkan air matanya. Makanya, di banyak lagu-lagu cinta selalu ada kalimat “I will be your shoulder to cry on”. Itu maksudnya, bahu si cowok kudu jadi tempat cewek menangis, bukan sebaliknya.
Apakah cowok pantes nangis?
Wah, wah, wah... apa iya cowok-cowok kagak sah kalo nangis? Padahal kan cowok en cewek sama-sama dikasih Allah kelenjar air mata, masa’ nggak boleh nangis? Ihik…ihik
Sebenarnya sah-sah aja cowok menangis. Terus apa aja yang pantas ditangisi cowok? Lalu apa sih yang bisa bikin cowok menangis? Nah, ini beda-beda jawabannya. Misalnya ada cowok yang bisa jadi melankolis kalo diputus cewek. Belum tentu satu kejadian bisa mengundang cucuran air buat cowok yang lain. misalnya Patah hati...(hihi..)
Uuhhhmmm, nggak ada masalah cowok menangis. Cowok juga kan manusia (ampuuun Candil Seurieus!). kaum cowok pantes banget nangis karena menyesali dosa-dosa ato maling ayam trus ketahuan warga, misalkan. Setujuuu ga!
Nah, apapun alasannya, para cowok emang bisa en boleh menangis, kok. Jadi kagak usah malu untuk menangis, boyz, please deh!
Sehat & penting
Tapi, emang tetap harus diakui, tangisan cowok emang nggak sesering cewek. Kalau cewek mah, peka banget. Kesinggung dikit, matanya berkaca-kaca (tapi nggak sampai sebening kaca riben apalagi kaca nako), pa lagi kalo keinjek jempolnya – lebih peka lagi kalo keinjek pake mesin giling – bisa nangis tersendu2 selama 3 minggu penuh kali yagh (hihi...). Untuk cowok, kagak segampang itu. But, ini bukan berarti tangisan cewek itu tangis murahan lho!
Aturan konvensional emang memperlakukan cowok jadi mahluk yang keras. Menangis itu tanda kelemahan dan kagak maskulin ato jantan. Makanya, kaum cowok suka jaim – jaga imej –. Mereka bakal “tengsin” berat kalau sampai ketahuan nangis di muka umum, apalagi di muka hakim (he…he…). Mereka lebih milih nahan nangis meski hatinya remuk redam kayak kacang ijo dibikin bakpia pathok.
Hal inilah yang coba diluruskan oleh Profesor Bernard Capp, ahli sejarah dari University of Warwick. Kata dia, rugi banget kalo cowok nahan-nahan diri untuk menangis. Karena, menahan tangisan itu ternyata beresiko untuk kesehatan. Untungnya, lanjut Prof yang satu ini, mental para cowok udah berevolusi sehingga kini jadi gampang nangis. Salah satunya, adalah berkat jasa sepakbola. Kagak percaya? Liat aja, begitu kesebelasan AC Milan keok di tangan Liverpool di final Liga Champion, si gelandang asal Brazil, Kaka dan striker Sheva yang biasanya ‘garang’ di depan gawang lawan, justru sesenggukan bareng para supporter-nya.
Para psikolog juga bilang buat cowok menangis itu sama pentingnya kayak cewek. Psikolog klinis Ron Bracey mengatakan, menangis baik bagi tubuh kita. Menangis mengatur fungsi penting dengan melepaskan hormon stress. Nah, nangis itu sehat, bro!
Nangis Yang Baik
Meski menangis itu boleh, para cowok harus tahu apa saja yang pantas ditangisi dan gimana caranya. Ingat, hukum asal perbuatan itu terikat hukum syara’. Karena nangis itu perbuatan, maka harus ikut aturan Islam. Gimana nangis yang halal dan berpahala, dan yang haram ya jangan ditangisi. Misalnya, nggak pantas seorang muslim menangisi Ariel Sharon seandainya dia ko’it (hihi...). Apalagi sampai mendoakan agar dia diterima iman dan amalnya. Lha wong dia memusuhi Islam dan membunuhi kaum muslimin, ya mana bisa diterima baik-baik sama Allah. Pastinya dia bakal nyungsep ke neraka jahanam.
Ada beberapa tangisan yang dibolehkan dan dianjurkan agama, yakni:
• Saat mendapat musibah, seperti kematian orang yang dikasihi. Imam Muslim meriwayatkan bahwa suatu ketika salah seorang putra Rasulullah saw. sakit keras. Kemudian beliau memangkunya sedangkan nafas anak itu telah tersengal-sengal. Maka jatuhlah air mata Rasulullah saw. membasahi pipi. Sahabat beliau, Sa’ad bin Ubadah ra. yang menyaksikan hal itu bertanya, “Apakah air mata ini (mengapakah engkau menangis sedang engkau melarang meratap)?” Rasulullah saw. menjawab, “Air mata itu bukti rahmat yang telah diletakkan Allah dalam hati hambaNya. Sesungguhnya Allah akan mengasihi hamba-hambaNya yang berkasih sayang pada sesamanya.”
• Nangis karena inget dosa, takut pada Allah. Rasulullah saw. pernah bersabda, “Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut pada Allah hingga air susu masuk lagi ke dalam payudara.”(HR. Tirmidzi). Boyz, jangan pernah lupa ama dosa-dosa, apalagi sampe nyombongin diri. Amit-amit. Ada baiknya kita renungkan kesalahan yang udah kita lakuin; ngelawan ortu, bohong, lupa shalat 5 waktu, ngelirikin cewek, ngegodain cewek, dsb. Rasulullah saw. juga pernah ngingetin kita supaya nggak ngebanggain amal baik kita karena belum tentu diterima Allah, dan jangan ngelupain dosa-dosa yang udah kita kerjain karena Allah pasti mencatatnya. So, menangislah jika kita pernah berbuat kesalahan, itu tanda hambaNya yang beriman.
• Nangis waktu membaca atau mendengar al-Quran. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa saat Rasulullah saw. mendengar sahabat Nabi saw. yang bernama Abdullah bin Mas’ud membaca Al Qur’an, beliau mencucurkan air mata. Begitu pula Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq adalah orang yang sering menangis saat membaca al-QuranMenangis saat membaca al-Quran adalah tanda kekhusyu’an. Hal inilah yang dicontohkan oleh para sahabat Nabi Muhammad saw. Kalau mereka membaca ayat-ayat tentang neraka, mereka menghentikan sejenak membacanya lalu berdoa sambil menangis, berharap mereka bukan termasuk penghuninya. Lalu saat membaca ayat-ayat yang berkisah tentang surga, mereka juga menangis dan berdoa, berharap agar termasuk ke dalam golongan penghuninya.Selain itu, para ulama juga menganjurkan kita untuk menangis saat membaca al-Quran. Mereka juga bilang, kalau kita tidak bisa menangis saat membaca ayat-ayat Allah, maka menangislah karena hal itu memang pantas ditangisi. Khawatir hati kita sudah menjadi batu, tidak tergetar dengan ayat-ayatNya. “Orang-orang yang jika disebut nama Allah bergetar hatinya dan jika dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah keimanannya.” (QS al-Anfal [8]: 2).
• Nangis waktu shalat. Ini bukan karena kaki kita keinjek makmum sebelah kita. Tapi menangis karena perasaan takut dan cinta kepada Allah. Bro, Rasulullah saw. dan para sahabatnya adalah orang-orang yang terbiasa menangis ketika shalat. Pernahkah kita demikian? Semoga bermanfaat.

Rabu, 21 Mei 2008

Diam...

dalam diam ada tangis yg tertahan
dalam diam ada hati yg terluka
dalam diam ada kata yg tak'an terucap
dalam diam ada amarah yg t'pendam
dalam diam ada rindu yg tak terungkap
dalam diam ada cinta yg membiru
dan dalam diam ku bukan berarti ku tak tahu apa2
aku tahu...
aku sangat tahu dg apa yg harus aku lakukan...
tapi...
ku hanya ingin diam dan membisu...
ingin ku lari dari kenyataan
ingin ku pergi dari kesepian
ingin ku hilang dari kegelisahan
tapi yg terjadi adalah sebaliknya
semakin ku lari, semakin dalam yg harus aku rasakan
uuhhmmm,...
aku bukan pengecut atau pecundang
aku harus kuat
aku harus tetap disini
aku harus hadapi semua
mungkin...
semua ini hanya karena aku ingin bahagia
yg tanpa sengaja hanya bisa dilupakan
seluruh hari-hari ku...
ketenangan jiwa ini adalah ketegaran dalam tiap langkah ku
kadang ku merasa...
diri ini bagaikan debu yang ditiup oleh angin
tanpa bisa melawan
diri ku bagaikan sebatang kayu
yg apabila dibuang dalam sungai
diri ku akan hanyut terbawa arus
dan akhirnya hilang...
kenapa malam tak pernah tersenyum
menghantarkan mimpi indah ini
nyaman rasanya tertidur dibawah bintang2
dan mata ku terpejam, tp hatipun menangis
menantikan diri ini didalam kesunyian malam
sampai kelopak mata ku menghitam
ku ingin kehadiran seseorang disaat hati ku terluka
yg merelakan bahunya untuk ku
yg menghibur ku dg sebuah nyanyian
yg mendengarkan keluh ku dg sebuah senyuman
setelah ku hanyut dalam dingin'y malam
baru ku sadari apa ada yg salah dalam diri ini?
seakan lidah ini kelu tak ingin bicara
sedikitpun tak mampu tuk berkata
jangan biarkan ku spt ini
merintih tak berdaya dalam kata
setiap malam dipenuhi penyesalan dan kecewa
uuhhm...
biarlah semua terbang dg bebas keujung dunia
ku ingin dunia ku slalu terbebas dari pertanyaan
pahitnya kenyataan terus menghujam
ketika hati ku tak mampu menipu
saat ini ku ingin...
membayangkan spt apa dunia ini
membayangkan spt apa hidup ini
apa arti aku disini
dan utk apa aku disini...
ditempat yg sunyi ini ku ingin seseorang genggam jemari tangan ku
menarik ku...
menuntun ku...
menemani ku...
hingga menatap mentari senja yang tenggelam.....
dalam diam ku berharap
kan datang suatu keajaiban
yg membuat ku merasakan bahwa bulan&bintang
bisa mencatat sebuah kerinduan
saat mulut ku hrz terbungkam
saat kaki ku hrz telanjang
dan saat kaki ku hrz dibelenggu
ku ingin ada keajaiban
dalam diam dan kebisuan
ku ingin kau tahu
aku sepi tanpa mu
ku ingin kau tahu
ku tak ingin malu
pada bulan dan bintang itu
karena ku telah berkata
bahwa diam adalah cinta sejati ku
ku ingin kau tahu
dalam diam ini ada nama mu
dalam diam ku selalu mengingat mu
dan dalam diam ku akan slalu setia...pada mu
cinta didunia ini bagaikan batu
yg apabila ditumbuhi akan cepat rapuh & memudar
kadang cinta tak slamanya memiliki
apa hati ini akan dapat tersentuh
sudahlah...ku hanya ingin diam...

Sabtu, 24 November 2007

No One’s Perfect

“Tidak ada peristiwa hidup yang bisa dikatakan baik atau buruk,
kecuali pikiran kita yang membuatnya demikian” (William Shakespeare)


(siapakah hirotada ototake??? klik gambar diatas untuk deskripsi no ones perfect...:P )

Hirotada Ototake...
dia biasa dipanggil Oto, penulis buku Autobiografis “No One’s Perfect” atau "Gotan Fumanzoku"
menurut ku, oto adalah sosok luar biasa yang sangat inspiratif mengenai cara berpikir positif.
ini adalah buku yg benar2 bagus dan inspiratif, bukan hanya terkesan tapi benar2 menyentuh segala hal yg sebenarnya tidak disadari sebelumnya.
dalam buku ini aku melihat perjuangan seorang anak yg sangat kuat...walaupun dia tidak memiliki sesuatu yg orang lain miliki, namun dia memiliki sesuatu yg sedikit orang bisa memilikinya, yaitu perasaan bersyukur... :)

Hirotada Ototake...
sekalipun dia dilahirkan dalam keadaan fumanzoku - tanpa memiliki tangan dan kaki, Oto tidak mengeluh.
Namun sebaliknya, justru ia merasa bersyukur karena menganggap ketidaksempurnaannya tersebut dapat menjadikannya sebagai anak yang paling populer di sekolah. Meskipun setiap hari hanya bisa berkeliaran dengan kursi roda, ia sama sekali tidak menyesali kehidupannya.
berbagai ujian hidup dia hadapi dengan kuat tanpa putus asa.
Sikap hidupnya ini tidak hanya membuatnya memiliki banyak teman,
tetapi juga membuahkan berbagai prestasi seperti menjadi juara pertama dalam sebuah kontes pidato. Luar biasa kan?

mungkin aku pernah menemui seorang yang memiliki bagian tubuh lengkap dan harta melimpah, namun dia memiliki sikap yang bertolak belakang dari Oto. dalam hari-harinya Ia hampir selalu berpikir negatif terhadap apa pun yang dialami dan siapa pun yang ada disekitarnya. aku yakin tidak mengherankan kalau keadaan ini menjadikan ia sebagai seseorang yang banyak mengeluh sehingga lupa mensyukuri atas apa yang dimilikinya.
Sebaliknya ia seringkali merasa kurang cantik, kurang memiliki badan yang proposional, memiliki sikap labil yg membuatnya mudah terpengaruh bahkan sulit baginya menjadi diri sendiri, dan sering menaruh curiga pada teman-temannya yang mendekatinya...
Oleh karena itu, sekarang sangatlah jelas bahwa memilih untuk memandang segala sesuatu dengan cara berpikir positif atau menciptakan ’surga’ dalam pikiran adalah jalan yang terbaik. Hasilnya pun luar biasa. Kita dapat mempunyai lebih banyak sahabat, kedamaian dalam pikiran, sampai dengan kesehatan yang baik.
Sebaliknya, jika kita selalu punya cara berpikir yang negatif, maka diri kita akan diselimuti oleh perasaan kecewa, curiga, khawatir, punya banyak penyakit, bahkan beban hidup yang terasa amat berat.

Nah bagaimana dengan kamu selama ini?
apakah hari ini kamu sudah menyentuh kehidupan seseorang?
pikiran positif atau pikiran negatifkah yang mendominasi pikiran kamu? :)

Marilah sekarang juga kita memutuskan untuk menciptakan ’surga’ dalam pikiran; selalu melihat sisi kebaikan dari seseorang maupun hikmah dari suatu persoalan. Rasa syukur
dan kebahagiaan akan senantiasa menyertai hidup kita. amien... :)

Aku masih merindukan orang2 yang ku sayangi dan tidak lagi bersamaku,
tapi aku bersyukur karena pernah memiliki mereka.
Perasaan bersyukur itu akhirnya mengalahkan perasaan kehilangan ku...:)

Minggu, 23 September 2007

Mengapa Kamu Selingkuh . . . ???

Jika aku mencintainya/ Melebihi cintaku padamu/ Aku pasti rela untuk melepasmu/ Walau ku tahu kau kan terluka.../ Jikalau semua berbeda/ Kau bukanlah orang yang ku puja/ Tetapi hatiku telah memilihmu/ Walau ku tak mungkin tinggalkannya.../ Entah mengapa aku selalu memikirkannya/ Meski ku tahu aku masih milikmu/ Kehadiran dirinya meluluhkan hatiku/ Menyisihkan rasa cintaku padamu/ Keindahan yang telah meruntuhkan akalku/ Meretakkan Setia ku padamu/ Kucoba tuk melawan derasnya rasa itu/ Tapi ku tak berdaya/ sungguh ku tak berdaya/ Maafkan aku mencintainya/ Ku tahu ini sangat menyakitkanmu/ Maafkan aku menyayanginya/ Ku tahu ini sangat mengecewakanmu/ Ku tak mengerti ini bisa terjadi/ Rasa ini mengelukan jiwaku/ Menyingkirkan dirimu dari pelukku/ Kau tak slamanya dihatiku lagi/ Maafkan aku telah menghianatimu/ Aku memilihnya.../

Pacar Selingkuh sepertinya 'agak' menjadi trend saat ini. Hal ini sering terjadi baik pada cewek maupun cowok. Sejak awal kita pacaran, niatnya, yagh sama satu orang itu saja. Di perjalanan, tiba2 kita ketemu sama orang lain. Seseorang yang lama-kelamaan semakin dekat dengan kita. Tapi kedekatan ini senantiasa kita sembunyikan dari pacar. Lalu akhirnya terjadilah… Perselingkuhan. Semuanya bermula dari kebetulan, iseng2 yang berkembang serius dari SMS dan Chatting, misalnya. Awalnya hanya menyapa mengisi kejenuhan, bersifat akrab, tapi lama2 keterusan.

Selingkuh, Ngeduain, Cinta segitiga…or whatever-lah. Sebenarnya apa sih, artinya? "Selingkuh itu (ketika) orang melakukan suatu tindakan yang tidak sesuai dengan komitmennya," jelas Psikolog Zainoel B Biran, yang biasa dipanggil Pak Noel.

Maksudnya, saat dua orang memutuskan untuk Pacaran, mereka punya komitmen buat menjaga hubungan. Misalnya, lawan jenis yang boleh ngajak kita jalan berdua cuma pacar, pegangan tangan sama lawan jenis pun hanya dilakukan dengan pacar. Jadi, saat salah satu pihak nge-date, selalu jalan berduaan sama orang lain tanpa sepengetahuan pacar, bisa dibilang dia sudah SELINGKUH!!

Dalam sebuah riset yang dilakukan Psikolog Drigotas SM dan koleganya di Journal of Personality and Social Psychology tahun 1999, Selingkuh disebut sebagai Dating infidelity. Istilah ini mengacu pada adanya perasaan bahwa pasangan telah melanggar norma dalam pacaran, yang berkaitan dengan interaksi terhadap orang lain dan diikuti timbulnya kecemburuan dan persaingan.

Selingkuh itu sendiri juga dibagi dua: Selingkuh Fisik dan Emosional. Selingkuh fisik artinya kita melakukan kontak fisik dengan lawan jenis, seperti pelukan dan ciuman sama orang yang bukan pacar kita. Sedangkan selingkuh emosional lebih berupa perasaan kita terhadap orang lain yang bukan pacar. Contoh, kangen dan pengen sering ngobrol maupun curhat2an sama lawan jenis yang bukan pacar.

Batasan seberapa jauh seseorang bisa disebut Berselingkuh itu pun macam2 dan sangat relatif. Dalam majalah Psychology Today terbitan Desember 2000, menurut Teori Evolusi Psikologi zaman dulu, cowok akan lebih kecewa kalau pasangannya melakukan selingkuh fisik dan emosional. Soalnya, cowok enggak akan terima harus mendapatkan perlakuan bahwa pacarnya telah bermain api (iyalaah!). Sementara cewek bakal lebih kesal kalau pasangannya melakukan selingkuh emosional. Sebab, cewek pengen pasangannya selalu ada disampingnya untuk membantunya. Tapi teori ini diragukan oleh hasil eksperimen yang dilakukan Christine R Harris, Profesor Psikologi dari Universitas California, San Diego, tahun 2000. Reaksi seseorang terhadap bentuk selingkuh itu bergantung pada pengalaman hidupnya, bukan pada jenis kelaminnya.

Ini juga disetujui oleh Pak Noel yang bilang bahwa selingkuh itu batasannya relatif. Tergantung persepsi orang masing2. Ada cewek yang menganggap pacarnya yang sering ngobrolin tentang cewek lain artinya dia sudah selingkuh. Tapi ada juga cewek enggak menganggap pacarnya selingkuh walaupun pacarnya sudah pelukan plus ciuman sama cewek lain. Sebab dia tahu pacarnya sedang khilaf dan enggak ada feeling apa pun pada cewek tersebut. sebagian mengaku selingkuh itu sudah terjadi ketika dia mulai kangen sama cowok lain yang sering diajaknya ngobrol tanpa ada kontak fisik. Tapi ada jg yg berpendapat "Kontak fisik berlebihan sama orang lain walau enggak ada perasaan, itu baru selingkuh!!" Jadi, batasan selingkuh itu memang bergantung pada diri kita, biasanya selingkuh rentan terjadi pada seseorang yg paling suka berganti2 pasangan (inget tuch...?).


Kenapa selingkuh?

Pak Noel juga menambahkan, dibandingin zaman dulu, keintiman hubungan antara cewek dan cowok bergeser. Sekarang banyak pertemanan yang "dihiasi" kontak fisik seperti layaknya orang pacaran (baca: TTM). Enggak heran banyak juga yang pacaran, tapi masih "senang-senang" dengan orang lain yang bukan pacar, dengan initial sebagai “teman” atau “kakak-adik”.

Selain itu, kecenderungan mencari tempat curhat pun membuat seseorang jadi lebih rentan selingkuh. "Kadang2 sama pacar belum tentu bisa curhat. Apalagi menyangkut hubungan itu sendiri. Lalu ada tempat curhat yang bisa menjadi jalur untuk selingkuh," kata dosen Sosiologi di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini.

Kebosanan juga menjadi salah satu penyebab kita rentan selingkuh. Kita bosan karena sudah berbulan-bulan Stuck sama satu orang ini saja. Faktor lain dari diri kita yang memicu terjadinya selingkuh adalah untuk mencari kesenangan dan petualangan baru. "Aku cari kesenangan sendiri saja. Ada cowok yang lebih dari cowok gue...ya, kenapa enggak?"

Penyebab lain terjadinya selingkuh adalah keadaan hubungan itu sendiri. Kalau tiap hari kita berantem terus sama pacar, ya... lama-lama “illfeel” juga. Apalagi kalau berantemnya soal kebiasaan pacar yang sensitive, egois dan childish. “Aduuuh… males banget!”

"sikap egois, sensitive dan childish itu menghambat yang lain. Mendorong untuk selingkuh. Ada ketegangan dan kecemasan (dalam hubungan itu). Jadi hubungannya enggak dinikmati," kata Pak Noel. Tuh, ingat-ingat, ya!


Terbebas dari Selingkuh

"Selingkuh itu enggak apa-apa karena kita masih muda dan mencari-cari pilihan!" Itu dalih yang sering diomongin para Selingkuh-ers! ”Bleah..! Emang, sih, masih muda… tapi biar bagaimana, kita juga harus belajar menghargai kepercayaan orang lain dengan kesetiaan kita, dunk...!!! Apalagi kalau kita ada diposisi diri sebagai pihak yang diselingkuhi. Enggak ada enak2nya lagi dibohongin, disakitin, jg dihianatin oleh orang yg selama ini kita percaya jg kita sayang! Yang ada malah saling menyakiti nantinya”. Jadi, gimana neyh, caranya kita terbebas virus hobby selingkuh?

Kalau masih kepikir pengen gebet sana-sini, yagh lebih baik enggak usah pacaran. "Jangan bikin pernyataan aku pacarmu, kamu pacarku. Jalan bareng saja, tapi masing-masing bebas," kata Pak Noel.

Enggak ada komitmen, artinya kita lebih bebas. Enggak perlu ada tanggung jawab berjanji Setia pada satu orang. Segi positifnya, banyak orang yang bisa kita kenal. Tapi enggak enaknya, agak sulit menemukan orang yang akan selalu ada di samping kita. Lain lagi kalau kita memang mau pacaran, tapi tetap enggak mau kehilangan "wawasan" terhadap lawan jenis lain. Sebenarnya, kita juga masih bisa begini, kok. Inti selingkuh itu, khan, menyalahi komitmen, maka dari awal sebaiknya dibahas "aturan-aturan" yang berlaku antara kita dan pacar. Seberapa jauh sih, kita boleh berhubungan sama lawan jenis yang bukan pacar? Kita kesal kalau pacar kayak gimana sich? Kita pengen hubungan pacaran ini berjalan seperti apa? "Membahas hal-hal ini berguna untuk mengantisipasi (Perselingkuhan),"

Hubungan kita dan pacar juga akan semakin clear. Kalau kita berkomitmen bahwa sah2 saja jalan bareng sahabat pacar, kita enggak perlu pusing mikirin pendapat pacar, khan? Kita pun jadi tahu batasan bersikap supaya enggak sampai kecebur di lembah perselingkuhan.

Solusi lain adalah membicarakan dengan pacar setiap masalah yang mengganggu hubungan kita. "Bicarakan masalahnya dan cari solusi. Jangan cari orang lain untuk membicarakan karna akan memperkeruh keadaan, kalau pun harus cari seorang yg netral (bkn teman salah satu pihak)" saran Pak Noel. Apalagi kalau curhatnya malah sama lawan jenis lain yang agak2 kita taksir. Hmm… itu, sih, namanya cari2 kesempatan!”


Mengenal Lebih Dekat

Manfaat penting Pacaran adalah kesempatan untuk belajar dan mengenali orang lain lebih dekat. Kita jadi lebih dewasa, mengendalikan emosi dan mengerti cara menyelesaikan masalah dengan baik. "Proses pacaran itu menghasilkan sesuatu yang membuat dua2nya berkembang," ujar Pak Noel. Berdiskusi tentang keinginan kita dan pacar sebenarnya melatih kita berpikir lebih rasional dan enggak sekadar mengikuti Emosi. Inilah kesempatan kita menjadi orang dewasa.

Keterbukaan semacam inilah yang juga penting dilakukan ketika kita merasa mendekati ambang perselingkuhan alias mulai menyukai orang lain yang bukan pacar. Akan lebih baik kalau kita membicarakan ini sama pacar daripada sembunyi2 dan justru makin menyakiti pacar. "Belajar jadi terbuka. Tapi setelah melihat dulu, kenapa kita suka sama orang ini? Ini mesti dijernihkan dulu," ungkap Pak Noel.

Pada dasarnya hubungan pacaran diusia kita memang sarana untuk makin mengenal orang lain dan bukan untuk melangkah menuju sehidup-semati. Perjalanan masih panjang dan masih terbuka kemungkinan kita atau pacar ketemu orang lain. Ada kata2 bijaksana yang bilang, “memang sakit melihat orang yang kita cintai berbahagia sama orang lain, tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kita cintai itu tidak berbahagia bersama kita”.

Sejalan dengan 'wajarnya' perselingkuhan diantara kita, wajib untuk kita ketahui tanda2 yang mencerminkan Ketidaksetiaan pasangan. “Apa iya ada kucing yg nolak ikan?”


Tanda-Tanda Pacar Selingkuh :

1. Sok Jadi Pacar Setia

Biasanya, pasangan kita akan lebih mesra. Tiba-tiba memberikan bingkisan atau kejutan yang tidak pernah kita duga. Inilah alih2 agar kita terlena, dan berpikir bahwa dialah pasangan idaman kita. Jelasnya, biar kita tidak curiga.

2. Sering Marah nggak jelas, mulai menjauh dan entusiastic doi mulai berkurang.

Yang namanya Selingkuh, pasti pasangan kita akan cemas. Dan dibalik kecemasan itu, dia harus menyimpan kebohongan serapi mungkin. Hal2 sepele berubah menjadi masalah besar. kemungkinan perasaan care dia telah beralih tempat, bila pasangannya bertanya,“mengapa kamu berubah tidak care lagi sama aku” dan dia akan menjawab dg mudah, “yagh jawab aja sendiri” Atau bisa jadi, karena pasangan sengaja ingin kita duluan yang mengucapkan kata putus. Kalau sudah begini, kita harus siap2 perang mulut dan batin..

3. Cemburu Berlebihan

Tidak semua pasangan yang cemburu berarti sayang sama kita. Untuk gejala satu ini memang cukup membingungkan, kadang kita bisa berpikir si dia memang posesif atau... dia sedang selingkuh. Intinya, kita harus waspada, saat kecemburuan mulai diluar batas, segera tanyakan kepasangan. Kecuali kecemburuan tersebut terbukti dan beralasan

4. Sering Salah Bicara

Kalau gejala satu ini agak cepat dikenali, dimana pasangan akan sering membuat kesalahan dan terjebak dalam pembicaraan mereka sendiri. Coba aja menanyakan pertanyaan secara berulang dalam satu waktu, jika jawabannya beda2 atau tidak acuh. tidak salah lagi, si dia selingkuh!!

5. Ganti Hobby

Tiba-tiba saja pasangan berubah romantis, biasanya mendengarkan musik cadas jadi musik melankolis. Dia lebih suka dandan/ perhatian ama penampilannya (tdk seperti sebelumnya) Atau juga, yang tadinya hobi basket, bisa berubah jadi suka baca ramalan bintang lebih parah lagi kalau ternyata hobinya sering telpon2an, sms-an, jg curhat2an ma seseorang yg ngga jelas, intinya sikap dia jauh berbeda dari sikap dia ma pasangannya. Tidak ada yang bisa merubah manusia sedemikian drastis, kecuali Jatuh Cinta...

6. Sering Membatalkan Janji dg alasan yg ngga masuk akal

Selalu saja ada alasan untuk tidak ketemu, ini merupakan gejala yang harus diwaspadai. Kecuali, kalau kita bisa membuktikan dimana, kemana, dan sama siapa dia saat itu...

Kalau ternyata disaat paginya dia membatalkan janji..eh, ternyata sorenya secara nggak sengaja kepergok lagi jalan berdua sama cowok dimall...yagh nggak salah lagi, berarti dia udah mulai main api...

7. Banyak SMS dan Telepon Nyasar

kadang banyak hal kecil berseliweran didepan kita dan itu adalah panggilan awal untuk selingkuh. Saat bersama pasangan, selalu saja ada telepon yang tidak diangkat, Sms yg tidak dibaca dengan alasan salah sambung. Dia Suka salah tingkah kalo pegang HP ato nerima telpon.Waktu sedang curi2 bongkar inbox SMS-nya, yang berjejer disana bukan nama dan nomor ponselmu, tapi nama cowok lain. Dan sering kali saat kalian sedang bersama, ada telepon masuk yang membuatnya segera pergi untuk mengangkat telepon itu. Padahal, biasanya dia nggak pernah keberatan menjawab panggilan telepon dihadapanmu. Waktu kamu tanya pun, dia hanya bilang, "Teman..."

tapi pertanyaannya adakah seorang “Teman” yg selalu rutin mengirim sms dg care yg berlebih seperti berikut

"Hi apa kabar , gy ngapaen?", "kamu udah makan lom, ntar sakit lho?", “Met bobo’, jaga kesehatan dan mimpiin aku yagh?”, "iya sayang, Aku pulang dulu, yagh?", “aku gak pengen kamu napa2, aku khawatir bgt lho sama keadaan kamu?”

atau dalam telpon...

"Cuman pengen denger suara kamu aja", "mo bilang, kamu cantik dech", “aku kangen bgt ma kamu”...

Tentu ia bukan sekedar iseng (soalnya udah keseringan sich...). Tapi mungkin penjajagan. Kira2 kalo diketuk "pintu"-nya

(Sstt, selain pacarnya...)

Di buka gak yagh?

Atau bisa juga saat ketemuan, atau jalan berduaan..telepon pasangan selalu dimatikan. Alasannya, biar tidak menggangu... atau terganggu??

8. Banyak Tuntutan

Pasangan mulai menuntut yang aneh2, apalagi nyantol ke nama2 lain, misalnya: "Kamu agak cakep dikit donk, kayak Brad Pitt?", “aku pengen kamu berubah seperti dia?”, “aku nggak suka ma sikap kamu, coba seperti dia yg care ma aku?”

9. Berseri-seri

Jatuh cinta itu berjuta rasanya, apalagi saat selingkuh, perasaan lebih berdebar2. Ingat saja waktu kita jadian pertama kali dengannya, kalau tiba2 dia mengulangi kejadian itu, kita jangan besar kepala dulu. Siapa tahu bukan kita yang dicintainya...

10. Sering Melamun

Tidak ada hujan dan tidak ada angin, pasangan sering melamun. Tapi, ditanyakan dulu... Jangan2 malah dia yang berpikir kalau kita selingkuh...atau mungkin sebaliknya dia yg lagi ngelamunin seseorang selain kamu..hayoo?

11 . Sahabat Cowok.

Akhir2 ini kamu sering memergokinya jalan dan berbicara serius (curhat) dengan seorang cowok. Kata teman2 sich, cowok itu sahabatnya. Saat kamu bertanya, dia selalu bilang, "Iya, Firly lagi ada masalah sama keluarganya tuch. Kasihan khan dia, perlu dukungan moral (Uuhmm,padahal kalo gw ada masalah jg dia biasa2 aja, napa yagh??)” Atau “iya besok firly ultah, bingung mau kasih kado apa (padahal kalo dipikir2 cowok itu dan gw hampir sama hari ultahnya..tapi napa dia yg sibuk cari kado buat cowok itu, bkn untuk gw??)” Hmm... hati-hati lho, dari sekadar sering jalan dan curhat bisa saja menjurus kehubungan lain. Apalagi kalo dia suka Salah tingkah kalo kamu ngomongin/nanya tentang cowok lain

12. Banyak Cerita dan Alasan.

pasanganmu sudah mulai membuat alasan, kudu temenin Mama belanja, ga enak badan, lagi sibuk, pengen kumpul ma teman dulu, malas bla bla bla masih byk lagi jurus jitu yg halus utk menolak ajakanmu. Tapi kalo giliran cowok itu yg ngajak, gimana yagh reaksinya?. Mending kalau cuman sekali. Sudah lima kali ini kamu diperlakukan demikian bahkan tanpa diperdulikan sama sekali. Waktu kamu tanya sedang dimana, dia bilang lagi di rumah teman ceweknya. Padahal jelas2 kamu dengar suara cowok disampingnya.

13. Nggak Fokus (Gak respon sama apa yg kita ucapin, bahkan kita sering diCuekin)

Setiap kali bertemu dan jalan, cewekmu pasang tampang melayang seakan-akan pikirannya nggak bersamamu. Waktu kamu ajak ngomong pun, kata-kata yang paling sering dia ucapkan adalah, "Apa??" Ditambah lagi akhir2 ini dia jarang mengirimkan SMS atau Nelpon sekadar menanyakan keadaan. Ponselnya pun jadi sering dimatikan.

14. Berubah (Ada Perubahan Drastis yg terjadi pada dirinya).

Pacarmu mulai berubah. dia jadi demen fashion yang berwarna Cerah. Rambutnya ditata rapi pula! Dari yang nggak suka dandan, sekarang cewekmu jadi kerap bercermin disetiap waktu.

Sikapnya pun berubah dengan kamu, dia anggap kamu seperti orang asing yg belum dikenalnya, dan gak peduli sama sekali...yagh sekali pun kamu terjatuh didepan dia...koq bisa yagh. tega bgt sih??”

Apa yg harus dilakukan jika pacar memang selingkuh?

Mendengar gosip pacar selingkuh pastinya bikin kesal. Walau hati panas, jangan langsung meledak!! Gosip miring seperti itu memang tak enak didengar. Pacar yang kita sayangi diduga memiliki hubungan spesial dengan orang lain. Hmm, tapi sabar dulu donk.. Berhadapan dgn orang yang kita sayang nggak bisa sembarangan. Salah langkah, gosip yang nggak benar malah bikin hubungan bubar. Tapi kalau ternyata memang benar? Yagh, berarti udah tidak ada Kesetiaan lagi, jadi lebih baik bubar aja...harga diri dunk!! Coba ikuti tips berikut :

1. Periksa sumbernya. Kabar seperti itu kerap datang dari sumber yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan. Dari siapapun kabar itu berasal, periksa dengan pasti kebenarannya. Cari sumber dan fakta yang bisa dipercaya.

2. Hati-hati api cemburu. Siapa yang tidak panas hatinya mendengar kabar pacar berselingkuh apalagi dg orang yg kita kenal. Tapi jangan sampai rasa cemburu tadi membuat kamu gelap mata dan asal menuduh. Jika kamu sayang sama pacar, perlakukan pacar juga dengan rasa sayang. Berusahalah untuk tetap berpikir dengan logika. Jangan rusak hubungan kamu dengan rasa cemburu yang tidak bisa dikendalikan. Tahan aja dulu, Siapa tahu kabar yang kamu dapat hanya bohong belaka..kecuali, kamu melihatnya dg mata kepalamu sendiri...

3. Dengarkan kata hati/insting kamu. Coba tanya langsung pada pacar kamu dan perhatikan reaksinya. Kemungkinan besar ia akan menyangkal. Boleh2 saja kamu tidak percaya. Tapi untuk memperkuat insting kamu sebaiknya cari bukti pendukung. Ingat, tidak ada orang yang senang dituduh sembarangan. Dan jika kamu punya bukti, majulah dan silahkan kamu mengambil hak kamu.

4. Perhatikan perubahan hubungan kamu. Sejak kabar itu terdengar apakah ada perubahan dalam hubungan kamu. Si dia menjadi super sibuk, tak membalas SMS, nggak peduli, atau malas bertemu? Hal-hal tadi bisa menjadi tanda2.

Pertama, tanyakan sebab perubahannya. Coba buat kejutan, jemput dia secara tiba-tiba. Perhatikan reaksinya.

Walau sudah mendapat beberapa tanda2, jangan langsung menuduh tanpa klarifikasi. Lagi2 kamu harus mencari bukti dan meminta penjelasan pacar. Ingat, dia adalah orang yang kamu sayangi jangan berlaku kasar dan ceroboh. Kecuali dia sudah benar2 keterlaluan

5. Berpikir dengan situasi terbalik. Coba bayangkan nasihat apa yang kamu berikan jika adik atau teman bercerita tentang masalah yang sama. Nah, itulah gambaran hati kamu ketika sedang berpikir logis. Well, nggak ada salahnya khan diikuti.

6. Bicarakan perasaan kamu dengan pacar. Ceritakan perasaan kamu dan bagaimana kabar perselingkuhan tadi mempengaruhi kamu. Utarakan juga apa yang kamu harapkan dari hubungan ini.

7. Jika pasangan kamu sudah terbukti berselingkuh, beritahu padanya keputusan kamu. Apakah kamu akan memaafkan atau kamu memilih berpisah. Sebelum mengambil keputusan penting, kamu berdua sebaiknya berpisah sementara untuk menenangkan diri dan berpikir jernih.

Jadi, SELINGKUH tuch gak ada yg bener apapun alasannya either itu dilakuin ama cewek or cowok!!! Jika kamu punya iman, hati, harga diri dan moral maka belajarlah hargai kepercayaan seseorang dg Kesetiaanmu, ingat Selingkuh = Khianat, dan Khianat = Dosa. Jadi introspeksi... introspeksi dan introspeksi... just ask yourself, my girl/boy has cheated on me!? what i could not give to her/him?!? what she/he expected from me!? just keep in mind such questions!!! Eventhough I am not the one who cheating on mine but i dont agree when people who judge the girl who cheated is the only one blamed for her action...

Ketika senja tiba/ Otot mulai dikendurkan/ Ketegangan mencair/ Relaksasi dimulai/ Kala itu.../ Cinta-cinta semu mulai ditebarkan/ Dan pemulung cinta beraksi/ Simbiosis Mutualisme pun terjadi.../ ketika kita bersama selingkuhan.../ kadang kita suka kepikiran/

“Apa kata orang yang melihat kita?”/ “Apa yang dipikirkan orang tentang kita?”/

Setiap hari aku selalu merahasiakan kamu darinya/ Setiap hari aku selalu sms kamu/ Setiap hari aku selalu menelpon kamu/ Setiap hari aku selalu jalan dg kamu dibelakangnya/ Setiap hari aku selalu berduaan dg kamu/ Tak satu hari pun dilewati tanpa kamu/ Tapi kamu nggak ngaku selingkuh dengan ku/ Tapi kamu nggak ngaku aku Te-Te-Em mu/

Kamu cuma bilang,/

“Ngga usah peduli kata orang...”/

“Jalanin aja...! !”/

Begitulah Selingkuh.../

Semoga bermanfaat... :)

@rDh3