-->
Assalamu'alaikum,, Selamat Datang di Blog aq, silahkan berikan komentarmu dan kunjungi Facebook ku, thankz :) salam hangat (Ardiansyah Putra Nst)

Bagaimana Penilaian Mu Tentang Isi Blog Ini...

                cukup...
                cukup bagus...
                bagus...
                sangat bagus... ^o^

Minggu, 07 Juni 2009

Apakah Nilai dan Harga Diri Seseorang hanya Seharga "Softdrink"


Ukuran kedewasaan seseorang bisa di lihat dari bagaimana responnya ketika di tegur oleh orang lain. Hari ini aku belajar hal itu. Di tegur ketika salah dan berani mengakuinya butuh pikiran yang tenang, tidak cepat emosi, dan tidak buru-buru mengambil sikap offensif.

"PERNAH menemukan Bunga Teratai? Bunga teratai yang sering kita dapati di area persawahan, mereka terlihat indah saat tangkainya mulai mengeluarkan sekuntum bunga.”
Aku mau tanya, Apa yang ada di benak kamu saat melihat bunga teratai yang indah itu, yang hidupnya di atas lumpur kotor?

Mungkin dari benak kamu akan muncul sebuah penilaian untuk bunga teratai itu. Sebuah bunga yang hidup, makan dan berkembang di tempat kotor (lumpur), namun dapat menghasilkan bunga yang indah...

Dari ilustrasi di atas, kita dapat menuai pelajaran bahwa seseorang yang berasal dari keluarga, lingkungan dan kehidupan yang "kurang baik" tidak selalu seseorang tersebut tidak baik pula. Baik buruknya seseorang tidak dapat dilihat dari asal-usulnya, tapi berasal dari diri orang itu sendiri.

Hati manusia memang Tuhan yang Tahu. Sebenarnya yang paling tahu sedalam-dalamnya hati kita. Biarkanlah itu jadi urusan Tuhan. So, janganlah menilai seseorang tanpa alasan yang jelas, jadilah seseorang yang beradab bukan seseorang yang biadab, jadilah seseorang yang mampu menghargai seseorang tanpa harus meng-injak2 sebuah HARGA DIRI, jadilah seseorang yang bijak dalam menilai sesuatu. Karena penghargaan pada seseorang itu sungguh mahal dan mutlak.

Yang tidak bisa dipungkiri adalah Tuhan memberikan kita otak dan hati untuk berfikir dan merasakan sesuatu. Dua hal itu ada gunanya, terutama untuk mengetahui baik buruknya sesuatu. Kenapa ada orang yang bisa menilai, itu karena Tuhan memberikan kemampuan itu pada manusia agar manusia bisa berperilaku yang terbaik bagi dirinya dan orang lain bukan sebaliknya.

Menilai orang lain memang sulit. Namun menilai diri sendiri akan lebih sulit. Jujur pada orang lain juga berat, tapi lebih berat jika kita jujur pada diri sendiri. Dari segi mana kamu menilai seseorang? Sekilas dari fisiknya 'kah? Atau kamu akan lebih jeli saat menentukan penilaian untuk orang lain? apa alasan kamu tidak menyukainya atau membencinya, apakah dengan alasan yang tidak jelas seperti itu kamu bisa menilai orang lain?

Besar NILAI seseorang, dapat dihitung dari seberapa besar dia memberi NILAI bagi orang lain.
Bila kamu ingin terangkat, angkatlah orang lain. Itulah prinsip dalam hidup. Dengan perlakuan seperti itu, maka orang yang kamu angkat akan berusaha semampunya untuk mengangkatmu juga.
Padi ditanam, bulir padi yang akan dituai. Budi baik di sebar maka budi baik juga yang akan dihasilkan pada akhirnya.

Seberapa BERHARGA seseorang, dapat di hitung dari seberapa besar orang itu bisa MENGHARGAI orang lain.Bila kamu ingin orang lain bersikap menghargaimu, pertama yang harus kamu lakukan, hargai orang lain terlebih dahulu. Karena apa yang kamu perbuat, maka akan tercermin dari sikap orang lain terhadap mu. Terlepas dari seberapa tinggi materi yang kamu miliki atau dimilikinya.

Pada akhirnya, NILAI seseorang selama dia hidup dapat di ketahui pada saat dia "mati" kelak, berapa banyak orang yang akan menangisi kepergiannya atau tidak ada seorang pun mau menangisinya.
Memang menanam kebaikan tidak seperti menggigit cabai, yang terasa pedas begitu di gigit. Tetapi menanam kebijakan seperti menanam pohon jati, tumbuh sedikit demi sedikit dan akhirnya kokoh. Memberi manfaat saat sang penanam sudah tidak ada lagi.

Kata orang sih agak sulit menghargai orang lain. Bisa jadi pendapat ini benar. Karena secara fitrah, setiap orang selalu ingin “
dihargai”, bukan “menghargai”. Artinya, orang itu benar-benar egosentris. Dia selalu ingin “dipahami”, namun jarang sekali berusaha untuk “memahami”. Akibatnya, berat untuk hormat dan menghargai orang lain.

ada Tiga kata "
terimakasih, maaf, dan tolong" adalah kalimat pendek yang sangat sederhana tetapi mempunyai dampak yang positif. Namun mengapa kata-kata itu kadang sangat sulit kita ucapkan? Sebenarnya secara tidak langsung telah menunjukkan keberadaban dan kebesaran jiwa sosok manusia yang mengucapkannya. jika kita mampu menghargai orang lain minimal kita telah menghargai diri kita sendiri...

Tidak ada komentar:

@rDh3